Ketika Rasa Nasionalis Terhadap Kemerdekaan Semakin Terkikis
DUMAI (MR) - Kemerdekaan Republik Indonesia memasuki usia 72 tahun, berbagai kalangan banyak yang menilai perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia saat ini dari tahun ke tahun kian terasa menurun, kurang meriah dan kurang semarak.
Apakah ini membuktikan bahwa rasa nasionalis dan rasa kebersamaan rakyat Indonesia semakin berkurang ?
Beragam cara dilakukan warga untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI. Biasanya semua warga hanyut dalam kegembiraan. Baik warga kota maupun penduduk yang tinggal di pelosok selalu mencari kegiatan yang sifatnya unik, kreatif, dan inovatif dalam mengisi hari kemerdekaan ini.
Bukan hanya kegiatan, berbagai macam pernak-pernik kemerdekaan juga terlihat. Seperti, pemasangan bendera Merah Putih, umbul-umbul, hiasan warna-warni, hingga menata gapura jadi lebih bagus dan konsepnya pun mengusung kemerdekaan.
Tapi itu dulu. Sekarang kondisinya sudah berbeda. Beberapa tahun terakhir, semarak kemerdekaan atau yang lebih dikenal Agustusan mulai luntur. Kegiatan, pernak-pernik Agustusan tidak seramai dulu, bahkan cenderungan sepi. Warga juga banyak yang mulai malas memasang bendera di depan rumahnya. Bahkan sudah jarang terlihat lagi, gapura Agustusan yang cantik-cantik.
Pak Ridwan adalah Penjual pernak-pernik seperti bendera merah putih dengan berbagai ukuran, tiang bendera, gantungan kunci, umbul – umbul dan lainnya mengatakan, omset beliau terkait penjualan atribut kemerdekaan ini jauh menurun setiap tahunnya.
Disamping semakin bertambahnya pelaku penjual di Kota Dumai, daya minat dari masyarakat juga sangat menurun, dalam hal ini beliau sambil menunjukkan salah satu perkantoran dan toko memasang umbul-umbul yang sudah keliatan usang dan tidak cerah lagi, begitu juga tiang bendera dengan batang bambu kecil dan rapuh yang kalau di terpa hujan atau angin akan jatuh.
“Meskipun begitu ada juga yang tidak sama sekali memasang bendera padahal ini di jalan protokol pusat kota yang dilalui semua orang, ucap pria paruh baya yang berjualan di depan jalan Bintan Dumai ini,” katanya saat bincang-bincang bersama monitorriau.com Kamis (10/08).
Begitu juga pendapat Bayu warga kelurahan Sukajadi. Ia menilai rasa nasionalisme sebagian masyarakat mulai terkikis karena hingga sekarang belum banyak warga yang mengibarkan bendera Merah Putih.
"Ini adalah permasalahan serius yang perlu diperbaiki. Karena jika dibiarkan, lama-kelamaan masyarakat tidak lagi mengibarkan bendera Merah Putih di kediamannya menjelang hingga pada Hari Kemerdekaan Indonesia," ujarnya.
Hendri warga kelurahan Dumai Kota, ketika di tanya terkait rasa nasionalis menyambut kemerdekan ini membenarkan bahwa pihak kelurahan sudah memberikan himbauan kepada masyarakat melalui tingkat RT agar memasang Bendera di kediaman masing-masing. Sekarang tergantung dari warga itu sendiri, kalau tidak mempunyai bendera bisa membelinya dan banyak dijual di pinggir – pinggir jalan.
“Artinya secara tidak langsung juga membantu perekonomian masyarakat yang berjualan.Terkait himbauan resmi dari pemerintah kota beliau tidak mengetahui, rasanya itu tak perlu dihimbau lagilah tapi ini kesadaran kita sebagai warga negara yang baik, pemerintah kota itu sifatnya hanya mengingatkan,” pungkasnya. (TJA)
